1. Gambaran Umum
Luas kawasan masyarakat hukum adat Tiga Lorong Inderagiri, Riau seluas 168.166 Ha. Dalam peta administrasi politik saat ini diapit oleh dua kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Indragiri Hulu di bagian hilir sungai dan Kabupaten Kuantan Singingi di bagian hulu sungai. Sebagian lagi berada di Provinsi Jambi. Secara budaya juga diapit oleh dua wilayah budaya, yakni wilayah budaya Inderagiri yang patriarkhat dan wilayah budaya Rantau Kuantan yang matriarkhat. Secara geografi politis wilayah Tiga Lorong sebagian besar berada di Kabupaten Inderagiri Hulu, mulai dari kampung Pura di bagian hilir hingga ke Bukit Bertingkah di bagian hulu yang berada di Rantau Kuantan. Secara geo-administratif politik beberapa dusun yang merupakan anak kemenakan Lorong Baturijal Hulu berada di wilayah adat Cerenti. Beberapa wilayah Tiga Lorong masuk dalam aktivitas perkongsian Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi.
Beberapa hal perkongsian itu adalah:
a. Rawang Landai.
Nama sebuah kawasan larangan yang merupakan lahan pertanian dan perikanan yang berbentuk rawang. Rawang Landai ini terletak di perbatasan antara Indragiri hulu dengan rantau Kuantan. Dinamakan Rawang Landai karena rawang maksudnya adalah dataran rendah yang digenangi air dan landai berarti permukaan yang rendah atau tebing yang landai. Sudah menjadi tradisi dari dahulu masyarakat Tiga Lorong khasnya kenegerian Baturijal dan masyarakat adat Cerenti sekali setahun melaksanakan meghawang basamo, tradisi menangkap ikan bersama. Mereka bersatu atau bergabung untuk meghawang bersama-sama di kawasan ini. Tradisi menghawang ini menjadi semacam momen perdamaian antara masyarakat adat Baturijal dengan Cerenti.
b. Lahan Perkebunan
Sejumlah 834 hektar lahan perkembunan milik masyarakat hukum Tiga Lorong terletak di masyarakat Rantau Kuantan. Lahan ini menjadi HGU PT Perkebunan V.
2. Sejarah Awal Kawasan Tiga Lorong
Disebutkan dalam manuskrif Tembo Baturijal bahwa kawasan Tiga Lorong itu berada: “di atas tanah yang sejuk, rumput yang muda, air yang jernih, ikan yang jinak yang diberikan oleh raja yang berdua datuk yang berdua pada pengulu yang bertiga beradik dengan ditetapkan di watas-watasnya seperti yang tersebut”. Tanah yang sejuk, maksudnya; wilayah pemberian ikhlas dari raja atas mufakat menteri-menteri, pengulu-pengulu serta orang tuatua, dan bukanlah tanah rebutan. Rumput yang muda, maksudnya; tanah baru, atau wilayah kekuasaan baru yang belum pernah dihuni sebelumnya. Air yang jernih, maksudnya; diberikan otoritas dalam membangun pemerintahan kepenghuluan sendiri, tanpa harus merujuk pada kekuasaan adat di Inderagiri. Ikannya jinak, maksudnya; dianugerahkan masyarakat yang patuh setia dalam wilayah kuasa perintah penghulu yang bertiga itu.
Secara historis, kawasan Tiga Lorong terdiri dari beberapa tahap sejarah, yakni a) batas Tiga lorong versi awal; b) Batas Tiga Lorong Anugerah Raja Inderagiri, c) Batas Kawasan Tiga Lorong 1918, d) Batas Tiga Lorong tahun 1938, d) Kawasan Tiga kepenghuluan, dan e) Batas Tiga Lorong Sekarang.
a. Batas Tiga Lorong versi Awal
Batas Tiga Lorong versih awal ini tercatat dalam manuskrif Tambo Tiga Lorong, Tiga Beradik Menang Taruhan. Diperkiran sejak abad ke-16 dalam peristiwa huru-hara yang dilakukan Rajo Dubalang mengintervensi kerajaan Inderagiri. Dalam pelbagai catatan tentang kekuasaan di sebelah hulu dari batang Kuantan yang bernama Pagaruyung perkirakan abad ke-13 hingga abad ke-14. Tiga beradik ditugaskan untuk menumpas raja zalim dari Pagaruyung. Dalam Tambo itu disebutkan batas-batas kawasan Tiga Lorong, yakni:
orang tiga beradik – tanya – berapa – taruhnya – Tuanku? – jawab – Siaja- Dubalang – taruhnya – tanah – Inuman – di sebelah kiri mudik – sungai Inderagiri – lebar – panjangnya – penghabisan – pemandangan – di gelanggang – Sibuayatinggi taruh – orang tiga beradik – tanah – Danau – Koto – Seambung – di sebelah kiri mudik Sungai Inderagiri lebar – panjangnya – penghabisan pemandangan – juga – di tempat itu
b. Batas Tiga Lorong Anugerah Raja Inderagiri
Diangkatlah tiga beradik itu jadi penghulu Tiga Lorong. Sembilu Jati, saudara tuanya diangkat jadi penghulu Pematang bergelar Dana Lela, diberi bendera hitam. Kawasannya Pematang mengarah ke Batanghari. Yang tengah kemenakannya bernama Jo Mahkota, diangkat jadi pengulu Baturijal Hulu. Kawasannya mengarah ke Kuantan. Dianugerahi bendera merah. Jo Mahkota mendapat satu lagi bendera hitam yang merupakan karunia raja Kuantan. Sedangkan anaknya bernama Tiala diangkat menjadi Lela Diraja diangkat menjadi pengulu Baturijal Hilir. Kawasan kekuasaannya mengarah ke Inderagiri. Lela Diraja diberi bendera putih.
Dalam Tembo disebutkan:
adapun – disebutkannya – tiga orang tiga beradik itu pada raja memintak: – tiada lengkang nek panas – tiada lapuk – nek ujan – seumur hidup – Jawab Raja: – baiklah – seandainya – raja – tempoh 8 hari.50 Di dalam 8 hari itu – rapat menteri dengan orang – tua-tua di kampung – di istana raja – mencari – perihal – tuju cakap pemintaan – orang tiga beradik itu segala menteri-menterinya51 dengan orang tua-tua – di kampung – nasip digarangkan Allah pikirannya52 – masingmasing sepakat dapat – jawabnya – tuju cakap pemintaan – orang tiga beradik itu diberi pangkat – sampai 8 hari – disebutkan pada orang tiga beradik itu – oleh raja – betul – tuju cakap pamintaan – orang tiga beradik? – jawab – orang tiga beradik – betul – itu – dipanggil – oleh raja – segala – menteri-menterinya – serta dengan – rakyat kumpul – di istana raja – teruslah – diangkat – jadi pengulu – Tiga Lorong53 nen tua – saudaranya – nama Sembilu Jati – diangkat Dana Lela54 pengulu Pematang – lawan ke Batanghari hitam benderanya – kurnia raja Inderagiri55 – nen tengah – kemenakannya – nama Jo Mahkoto – diangkat – Jo Mahkoto pengulu Baturijal Hulu – lawan ke Kuantan – merah – benderanya56 – kurnia raja Inderagiri – dan bendera hitamnya – kurnia raja Kuantan – nen kecik – anaknya – nama – Tiala – diangkat – Lela Diraja57 – pengulu Baturijal Hilir – lawan – ke Inderagiri – putih benderanya58 kurnia raja Inderagiri – sudah diangkat jadi pengulu dapat tempat dikurnia raja – yang berdua – datuk yang berdua – tanah – Tiga Lorong59 – kepada pengulu bertiga beradik – adalah – pengulu yang bertiga – beradik – itu dijadikan – anak mas60 – oleh raja berdua – datuk yang berdua61 – dan dapat kurnia mati62 – tanah – Tiga Lorong – serta berjanji buat – atas sumpah – pengulu – yang bertiga beradik – dengan raja – yang berdua – datuk yang berdua – tiadalah boleh ‘akal buruk63 – budi merangkak64 – menggunting dalam lipatan65 – memakan darah – di dalam66 – dimakan sumpah – seribu siang dan seribu malam – ke atas dak bepucuk – ke bawah dak – beurat – dikutuki kuran – tiga puluh jus67 – itulah janji buat – yang dipegang penghulu – yang bertiga beradik – dengan raja – yang berdua – datuk yang berdua – waktu dapat kurnia – tanah – Tiga Lorong – pada raja – yang berdua – datuk yang berdua – sudah – membunuh Siaja-Dubalang – di Sibuayatinggi – seandainya – pengulu-pengulu yang ada – berjanji buat – dengan sumpah – dengan raja yang dua – datuk yang dua – pengulu yang bertiga beradik – ditetapkan – tempat tinggalnya –
(angka-angka pada teks di atas merupakan letak baris dalam naskah kuno Tambo Tiga Lorong, sebagai pertanggung jawaban filologis).
c. Batas Kawasan Tiga Lorong 1918
- Pada tanggal 16 April 1918 pengulu-pengulu bahagian Peranap mengadakan rapat di kantor Sutan Muda Peranap. Disepakati bahwa aturan-aturan batas pengulu-pengulu bahagian Peranap. Rapat dihadiri raja dan menteri jabatan Sutan Muda Peranap. Adapun kesepakatan adalah:
- Pengulu Haji Sungut (Pematang)
- Pengulu Haji Husin (Pematang)
- Pengulu Sahit (Baturijal Hulu)
- Pengulu Haji Usman (Baturijal Hilir)
- Pengulu Jusuf (Gumanti)
- Pengulu Lugun (Peranap)
- Pengulu Mara Sutan (menteri kota Peranap)
- Taib Pengulu (wakil pengulu Baturijal Hilir)
- Pengulu Salim (Gumanti)
- Pengulu Darus (Peranap) dan lain-lain manti juga.
d. Batas Kawasan Tiga Lorong 1938
- Batas kawasan Tiga Lorong 20 tahun kemudian disepakati lagi dengan batas wilayah dapat dilihat pada tembo sebagai berikut:
- Di sebelah hilir – sebelah kanan mudik sungai Inderagiri – di tebing Kuantan Siampu Babu – menuju ke Tanah Bukit atau Tanah Betingkah – dan jalan raya Rengat – Taluk – dari jalan raya – Rengat – Taluk sebelah darat – menuju Sungai Siampa – Muara Jalai jaraknya – 3600 meter – dari Sungai Siampa – Muara Jalai lurus ke darat – menuju Bekal Bekuak72 – watas dengan Paduka Raja – Cerenti dilihat kar (kaart Blnd.) pemerintah tahun 1938 dari butir Cerenti pada tanggal 21/8 61 bersetuju dengan riwayat – pengulu Tiga Lorong – watas pengulu Baturijal dengan pengulu Cerenti – dari Sungai Danau Lesung – ke hulu sampai ke Tanah Bukit atau Tanah Betingkah – berukur – 1200 meter – itulah – watas pengulu – yang dulu – di sebelah kiri mudik Sungai Inderagiri – di tebing Kuantan – Sungai Tolo-tolo -di tengah-tengah Sungai Kelengkeleng menuju Air Berkuak – watas dengan pengulu – Cerenti di sebelah hilir – sebelah kanan berjalan ke hilir – Sungai Inderagiri – di tebingKuantan – Kayu Ara – Anjing Balik73 – watas dengan pengulu – Perdana atau Koto Baru – di tengah-tengah Penyeberangan Gajah – lurus ke darat – berwatas dengan Datuk Patih74 – di sebelah kiri – hilir -Sungai Inderagiri di tebing Kuantan – ekor pulau diapit atau bambin – badiri – menuju Serik (Sorek?) berjajar – tengah-tengah Sungai Malin – menuju Bekal Bekuak – Dua – lurus – menuju Bakal Bakuak – watas dengan Orang Kaya – Setia – Muara – maka diterangkan dengan sebenarnya – di muka – yang ramai – pada orang-orang cerdik pandai – di kampung Pematang – (1) tuan hakim – (2) tukang Metaja Lela – (3) datuk Berambin – di kampung Pematang – maka memenyalah75 buattan – orang yang – bertiga beradik itu – akan buattan – pengulu – yang bertiga itu – maka adalah – buattan – pengulu yang bertiga – di dalam – Tiga Lorong – yang dipegang – buattan – yang bertiga itu – maka tiadalah beroleh seperti buattan tua-tua membagi ‘adat – istiadat – yang beribu76 kalau masa gagak hitam – kuntul putih – ber’adat – istiadat – berpesaka – berunding – berbaris – berlarang – berpantangan – maka tiadalah – bertukar dan – berselang pakaian – pengulu yang bertiga di dalam Tiga Lorong77 – maka diterangkan – buattan pengulu yang bertiga beradik – itu pada Tiga Lorong mendapat – tanah – berlaba – jika kehilangan sama kerugian – jika – hilang sama – hilang – jika – timbul – sama – timbul – jika – baik – sama baik – jika – buruk – sama – buruk – itulah – buattan pengulu – tiga beradik78 – maka adalah – yang memberi ‘adat – istiadat – pengulu yang bertiga beradik – raja berdua – datuk yang berdua – masa – mengurniakan – tanah Tiga Lorong – sudah – membunuh – Siaja-Dubalang – di di Sibuayatinggi – demikianlah adanya – perjanjian kami dengan sumpah raja berdua – datuk yang berdua – dengan pengulu – yang bertiga beradik – di =Tiga Lorong=
- keputusan rapat pengulu-pengulu bahagian Peranap – menurut ‘adat watas pengulupengulu bahagian Peranap yang sudah dilakukan – tiap-tiap pengulu – tidak dapat – diubah lagi – seandainya ialah sepakat – pengulu-pengulu – menentapkan – menurut – aturan aturan yang resmi sebagaimana yang sudah – dilakukan – tiaptiap pengulu – menteri – jabatan Sutan Muda – Peranap mengatur membuat jalan tanah 1918 seperti yang tersebut –
e. Kawasan Tiga kepenghuluan.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan datuk di kenegerian Tiga Lorong itu kemudian berubah nama menjadi datuk penghulu. Penghulu diangkat secara adat dengan kesepakatan bersama dengan kriteria sebagai berikut: mempunyai budi (moral) yang tinggi, berbicara halus dan berani mengatakan yang benar, sabar dan murah hati, berpengetahuan, dan bertanggung jawab. Kewenangan Datuk Penghulu itu “ditinggikan seranting, didahulukan selangkah” yang bermahkotakan alur dan patut. Adapun hierarki kekuasaannya adalah, sbb.:
Kamanakan baghajo ka nenek mamak
Nenek Mamak baghajo ke pangulu
Pangulu baghajo ka mufakat
Mufakat baghajo ka nen bena
Nen bena badighi saniri
Nen dilingkup alua nen patut
Penghulu menjalankan kewajibannya menegakkan adat. Kewenangannya dikatakan sebagai “penghulu menghukum sepanjang adat”. Dalam menjalankan kewajibannya ini penghulu dibantu oleh: menti/dupati, dan dubalang.
Kawasan tiga kepenghuluan berikut ini
- Kawasan Penghulu Pematang
- Di sebelah hulu – di tebing Kuantan -sebelah kiri mudik Sungai InderagiriSungai Silunak – watas dengan pengulu Baturijal Hilir – di sebelah hilir – di tebing Kuantan – Sungai Inderagiri kanan hilir -dengan Sungai Cik Mati – atau Sungai Batang Peranap – watas dengan pengulu – Peranap –
- Kawasan Penghulu Baturijal Hilir
- Di sebelah hilir – di tebing Kuantan – Sungai Inderagiri – di sebelah kiri hilir – dengan – Muara Sungai – Kuantan Babu – atau – Sungai Kali Mas – watas dengan Pulau Gumanti – lurus ke darat – sampai Air Simpang Dua – Kali Mas – di sebelah hulu – di tebing Kuantan – Sungai Inderagiri – di sebelah kanan berjalan ke hulu – dengan Sungai Paluh – Batulaga – atau – Gaung – Tengah – tepian pengulu – yang dua beradik di Batu Ijau – waktu merintis tanah membuat kampung Batu Ijau – watas dengan Pengulu – Jo Mahkota di Batu Ijau – hulu –
- Kawasan Penghulu Baturijal Hulu
- Di sebelah hulu kanan mudik – diBatang Kuantan – Sungai Inderagiri- Siampo Babu – menuju ke tanahBukit – itu tanah Betingkah – danjalan raya – watas dengan PadukaRaja Cerenti – di sebelah hulu kirimudik – di tebing Kuantan – SungaiInderagiri – Sungai Tolo-tolo ditengah-tengah Sungai Kelengkelengmenuju Air Berkuak – watasdengan pengulu Cerenti – di sebelah hilir kanan hilir – ditebing Kuantan – Sungai Inderagiri- Rawang Koto Tuo – watas denganpengulu Baturijal Hilir – di sebelahhilir – kiri hilir – di tebing Kuantan -Sungai Inderagiri – dengan Paluh- Batulaga – atau Gaung Tengah -watas dengan Baturijal Hilir.
e. Batas Tiga Lorong Sekarang
Kawasan masyarakat adat Tiga Lorong sekarang setelah masa reformasi secara umum tetap tidak berubah yakni berbatasan dengan sebelah hulu Rantau Kuantan, sebelah hilir dengan masyarakat adat Dusun nan Limo.
| No. | Kawasan Adat | Wilayah Administratif | Keterangan |
| 1. | Peranap | Kelurahan Peranap | |
| 2. | Desa Pauh Ranap | ||
| 3. | Desa Gumanti | ||
| 4. | Desa Setako Raya | ||
| 5. | Desa Semelinang Laut | ||
| 6. | Desa Semelinang Tebing | ||
| 7. | Desa Ketipo Pura | ||
| 8. | Baturijal Hulu | Desa Baturijal Barat | |
| 9. | Desa Baturijal Hulu | ||
| 10. | Desa pandan wangi | ||
| 11. | Desa Serai Wangi | ||
| 12. | Desa Semelinang Darat | ||
| 14. | Baturijal Hilir | Kel. Baturijal Hilir | |
| 15. | Pematang/Selunak | Desa Pematang | |
| 16. | Desa Pematang benteng | ||
| 17. | Desa Selunak | ||
| 18. | Desa Sukamaju | ||
| 19. | Desa Koto Tuo | Dulu kawasan adat Baturijal Hulu | |
| 20. | Desa Pesajian | ||
| 21. | Desa Punti kayu | ||
| 22. | Desa Sencano jaya | ||
| 23. | Desa Sungai Aur | ||
| 24. | Desa Peladangan |
Peta Partisipatif Kawasan Masyarakat Hukum Adat Tiga Lorong






