Jago Kampung di Masyarakat Adat Kenegerian Baturijal

  • Bagikan

Awalnya bual-bual di balai gerbangsari Baturijal Hulu dengan Datuk Anton Surya Atmaja dari DPH LAM Riau dianggap bual belaka. Bahkan ketika pekerjaan dimulai pun sebagian masyarakat enggan ikut serta. Tapi kini masyarakat yg tak ikut itu menyesal karena lahan seluas 6 ha itu kini sudah nampak membuahkan hasil. Jagung akan panen 2 pekan lagi, sementara padi sudah mulai “berperut”. Kacang, cabe rawit dan keriting, terung, labu, kundur, dll. sudah mulai “bebuah belajar”, begitu juga sayur2an seperti kangkung, bayam, dll. Ketika mulai ditanam dulu memang musim kemarau, itulah sebabnya tinggi padi dan jagung tidak merata. Namun penduduk tak kehilangan akal, mereka menyemprotkan air dari sungai Inderagiri. Sayangnya meski laporan ke Kapolda Riau ada 10 hektar tapi yang wujud cuma lebih kurang 6 hektar di Baturijal Barat. Alhamdulillah masyarakat sangat berterimakasih. Masyarakat Tiga Lorong berharap akan datang dapat lagi bantuan lagi.

Masyarakat adat Kenegerian Baturijal berharap bantuan dari Polri dan pihak terkait, karena kini tersedia batang Kuantan yg sudah menjadi danau lebih kurang 100 ha untuk keramba ikan. Meski PH air rendah mengakibatkan ikan tak cepat besar tapi dapat diusahakan dengan menutup bagian hilir sungai sehingga air sungai Sebungkul bisa mengalir ke hulu dan menstabilkan keasaman air.

Kegiatan ini adalah Program Jago Kampung yang disponsori Polda Riau dan LAM Riau dengan fokus pertanian padi dan palawija.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *