<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seni Pertunjukan Arsip - Tiga Lorong</title>
	<atom:link href="https://tigalorong.id/tag/seni-pertunjukan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tigalorong.id/tag/seni-pertunjukan/</link>
	<description>Masyarakat Hukum Adat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Feb 2025 06:26:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://tigalorong.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-logo-tiga-lorong-copy-32x32.png</url>
	<title>Seni Pertunjukan Arsip - Tiga Lorong</title>
	<link>https://tigalorong.id/tag/seni-pertunjukan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Boria</title>
		<link>https://tigalorong.id/tradisi/boria/</link>
					<comments>https://tigalorong.id/tradisi/boria/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 02:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tigalorong.id/?p=937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejenis kesenian tradisional di kalangan orang Melayu di Semenanjung Malaysia yang tersebar luas di Tiga...</p>
<p>Artikel <a href="https://tigalorong.id/tradisi/boria/">Boria</a> pertama kali tampil pada <a href="https://tigalorong.id">Tiga Lorong</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejenis kesenian tradisional di kalangan orang Melayu di Semenanjung Malaysia yang tersebar luas di Tiga Lorong Inderagiri, Bengkalis, Kepulauan Riau. Boria berupa lakonan (lawak jenaka) dan diikuti dengan nyanyian yang diiringi sekelompok penari. Video ini direkam di Melaka, pada acara Dialog Selatan 5, Hotel Seri Costa, Melaka Malaysia 20-22 Oktober 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada yang mensinyalir seni pertunjukan ini berasal dari masyarakat India Selatan yang banyak bermukim di Pulau Pinang semenanjung Tanah Melayu. Boria sangat populer pada pemerintahan Sultan Riau-Lingga yang terakhir, Sultan Abdul Rahman al-Muazam Syah (mulai memerintah dari 18 Februari 1886 di Daik Lingga dan dimakzulkan dengan Surat Abdikasi yang dibacakan di gedung Rusydiah Kelab 10 Fenbruari 1911. Yayasan Indera Sakti Pulau Penyengat ada menyimpan contoh lirik lagu-lagu yang dinyanyikan oleh perkumpulan Boria ketika menyambut Hari Raya Puasa di depan sultan kerajaan Riau-Lingga itu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Boria 2" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/JGgJkUO_zlo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara kerajaan Riau dengan Pulau Pinang sudah terbina sejak lama. Hubungan itu bertambah erat setelah pada pertengahan abad ke-19 rombongan haji dari Riau banyak yang berangkat ke Jeddah dengan alur perjalanan melalui Pulau Pinang dari Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wilkinson (1959:153) mengartikan &#8220;boria&#8221; sebagai berikut: Muharram minstrels or singer of carols. At the Muharram, esp.in Penang, it is (or was) the custom for bands of serenaders in fancy dress to visit houses of prominent citizens and sing topical songs. Such bands are known as boria.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Riau permainan Boria telah mendapatkan sentuhan di sana sini sehingga mempunyai ciri khas dan sedikit berbeda secara keseluruhan jika dibandingkan dengan Boria di Pulau Pinang itu. Seniman-seniman setempat telah memasukkan unsur-unsur kesenian yang memang sudah lama diakrabi di daerahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau di tempat asalnya di Pulau Pinang, boria merupakan suatu kelompok yang datang berarak beramai-ramai ke rumah-rumah orang berada untuk menyanyikan lagu-lagu pujian pada bulan Muharram, di Riau Boria dimainkan pada setiap hari besar seperti Hari Raya Idulfitri, Idul Adha, peringatan naik tahta sultan, diundang untuk memeriahkan hari-hari besar pemerintah Hindia-Belanda, dan lain-lain.<br>Lagu dan nyanyian yang dimainkan dalam Boria di Riau dan Kepulauan Riau tidak hanya lagu dan nyanyian yang ditiru dari Boria Pulau Pinang, tapi ditambah dengan lagu-lagu setempat dan lagu-lagu yang dipelajari dari orkestra tentera Hindia-Belanda. Seperti dinyatakan dalam buku kronik kerajaan Riau ketika penabalan Sultan Abdul Rahman Lingga putera Sultan Mahmud pada 1858 orkestra tentera Belanda ikut merayakannya (Netscher, 1870).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagi pula unsur cerita pun secara samar-samar sudah dimasukkan ke dalam Boria olahan Riau dan Kepulauan Riau. Namun, batang tubuh yang memperlihatkan seni pertunjukan Boria itu dipelajari dari luar, dari negeri yang banyak didiami orang Keling, sangatlah kentara. Di antara perangkatan Boria itu biasanya terdapat seorang penari yang gerak geriknya sangat lucu. Penari ini seorang anak lelaki yang berpakaian seperti perempuan dan menari mengikut irama musik dengan gerak yang berlebih-lebihan. Inilah asal penari &#8220;Jogi&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Boria sebagaimana yang ada di Riau dan Kepulauan Riau sejak parohan kedua abad ke-19 ialah sekelompok orang yang berarak mengunjungi rumah-rumah orang berada yang memberikan sagu-hati yang layak. Barisan paling depan terdiri dari sekelompok orang (anak-anak) yang berpakaian seperti tentara (Eropa) pada masa itu, memperlihatkan kepandaian berbaris dan menari mengikuti irama musik dalam berbagai lagu dan irama. Rombongan pertama diikuti oleh rombongan kedua, ketiga, dan seterusnya yang terdiri dari rombongan pesilat, penari, dan ditutup dengan perarakan pengantin (biasanya anak kecil berpengantin-pengantinan). Makin panjang dan ragam kelompok itu makin dipandang baik. Khusus untuk perarakan pengantin akan dinyatakan sebagai yang terbaik jika kelompok Boria menggelarkan perarakan pengantin lengkap dengan segala macam upacara bersanding seperti nasi-kunyit bunga melur dan kedua pengantin melaksanakan upacara bersuap-suap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">[Rujukan: Permainan Rakyat Daerah Riau. Pekanbaru Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi Dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah 1983/84. Dikutip dari Seni Pertunjukan Sastra yang Digayakan oleh Dr. Elmustian, MA Pekanbaru: Unri Press,2023</p>
<p>Artikel <a href="https://tigalorong.id/tradisi/boria/">Boria</a> pertama kali tampil pada <a href="https://tigalorong.id">Tiga Lorong</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tigalorong.id/tradisi/boria/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Joged Sonde</title>
		<link>https://tigalorong.id/tradisi/joged-sonde/</link>
					<comments>https://tigalorong.id/tradisi/joged-sonde/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 02:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tigalorong.id/?p=941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seni pertunjukan berbentuk gerak tari, dendang musik, dan nyanyian, menggunakan lirik syair dan pantun. Berkembang...</p>
<p>Artikel <a href="https://tigalorong.id/tradisi/joged-sonde/">Joged Sonde</a> pertama kali tampil pada <a href="https://tigalorong.id">Tiga Lorong</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seni pertunjukan berbentuk gerak tari, dendang musik, dan nyanyian, menggunakan lirik syair dan pantun. Berkembang pada masyarakat kampung Sonde Suku Akit, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Meranti, Riau. Bahasa yang mereka gunakan bahasa Melayu dialek suku Akit sesuai dengan logat keseharian mereka. Lirik biasanya menceritakan kehidupan sehari-hari, bentangan alam, dan kebiasaan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disebut dengan joget sonde karena seni pertunjukan ini lebih populer di kampung Sonde. Kampung tersebut disebut sonde karena banyak tumbuhan pohon sonde. Pohon ini bermanfaat banyak bagi kehidupan masyarakat. Pokok kayu sonde manis rasanya. Kayunya memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai komoditas perdagangan. Daunnya dijadikan wadah penampung air hujan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Joget Sonde" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/ycDHcCOTcT4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bunyi musik terdengar dari kejauhan “Dang kung.. dang kung”, itulah sebabnya sebagian orang menyebutnya dengan joget dangkung. Biasanya berlangsung sejak petang hari hingga menjelang magrib oleh kaum lelaki. Tabuhan ini mengabarkan bahwa malamnya akan dilaksanakan pementasan Joget Sonde. Saat tetabuhan dimulai, saat itu jugalah para gadis Sonde mulai bersolek di atas rakit. Berbedak, bergincu dan beralis tebal. Rias tebal seperti itu biasanya menggunakan mantra pemanis dan memukau kaum laki-laki</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam pun tiba, para pejoget naik ke darat dengan pakaian kebaya pendek, kain dan selendang panjang. Mak penjoget atau induk joget pun bersiap-siap. Duduk di sudut ruang. Persis di samping pemusik. Ada gendang pendek dan biola. ‘’Dang kung… dang kung.. dang kung…’’ Tarian magis pun dimulai.<br>Biasanya joget berlangsung lama. Para lelaki berdiri mencari pasangannya, sambil menari. Selendang panjang disangkutkan ke leher lelaki. Dalam nuansa magis kecantikan para penjoget mengikat laki-laki sehingga tak hendak lepas dari lilitan selendang. Sampai joget usai, penjoget kembali ke rakit, para lelaki turut masuk ke dalam lumpur tepian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Joget Sonde konon kabarnya diciptakan oleh salah seorang masyarakat asli suku Akit dari Kampung Sonde, Cik Minah namanya. Sebenarnya Joget Sonde ini diciptakan untuk mengungkapkan kebahagiaan berupa tarian gembira dan hiburan. Namun berkembang ke taris yang dibumbui magis. Populer pada era 1960-an pada acara perhelatan nikah kawin, dan acara adat lainnya. Ditetapkan Kemdikbud sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://tigalorong.id/tradisi/joged-sonde/">Joged Sonde</a> pertama kali tampil pada <a href="https://tigalorong.id">Tiga Lorong</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tigalorong.id/tradisi/joged-sonde/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/110 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: tigalorong.id @ 2026-10-03 23:25:49 by W3 Total Cache
-->